KALASELPOPULER.ID, BARABAI – Dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2025, Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) Samsul Rizal menghadiri kegiatan yang digelar di Rutan Kelas IIB Barabai Kamis, 26/06/2025. Acara ini menjadi momentum penting untuk menyuarakan perlawanan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, sekaligus menumbuhkan harapan bagi para korban dan penyintas.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Balangan Muhammad Faisal Sidiq yang dalam sambutannya menegaskan bahwa HANI bukanlah ajang pesta, melainkan bentuk keprihatinan nasional terhadap ancaman narkotika. Ia menyampaikan bahwa tujuan utama dari peringatan ini adalah untuk melindungi dan menyelamatkan bangsa dari bahaya narkoba, menumbuhkan kesadaran terhadap para korban, serta memperkuat komitmen bersama dalam perang melawan narkotika.
“Peringatan HANI 2025 menjadi ruang refleksi dan solidaritas, serta pengingat bahwa narkoba adalah musuh bersama. Khususnya di Kalimantan Selatan, termasuk Kabupaten HST, yang tergolong rawan,” ujarnya.
Data dari BNN, BPS, dan BRIN pada tahun 2023 menunjukkan bahwa sebanyak 3,3 juta orang Indonesia berusia 15-64 tahun terlibat penyalahgunaan narkoba. Di Kalimantan Selatan, jumlah tersebut mencapai sekitar 57.723 orang. Sebuah angka yang dianggap sebagai fenomena gunung es di mana kenyataan yang terlihat hanyalah sebagian kecil dari masalah sesungguhnya.
Faisal juga melaporkan bahwa pada tahun 2024, 16 warga HST telah menjalani rehabilitasi di Klinik Pratama BNNK Balangan, sedangkan hingga Mei 2025 tercatat 6 orang. Usia para klien sebagian besar berada di rentang 15-45 tahun, usia produktif yang seharusnya menjadi kekuatan pembangunan bangsa.
Dalam sambutannya, Bupati HST Samsul Rizal menekankan pentingnya peran semua pihak dalam membasmi narkoba dari akar-akarnya. Ia menyebut peringatan HANI sebagai panggilan moral untuk bergerak bersama menyelamatkan generasi bangsa.
“Narkoba tidak mengenal status, usia, atau latar belakang. Bahkan seringkali bermula dari rasa ingin tahu atau keputusasaan. Namun saya yakin, setiap warga binaan memiliki masa depan yang masih bisa diperjuangkan,” tuturnya
Pemerintah Daerah HST, lanjutnya, akan terus berkomitmen mendukung program rehabilitasi, edukasi, dan reintegrasi sosial. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat tokoh agama, pemuda, keluarga, dan pemerintah untuk membangun ketahanan sosial dari dalam, termasuk menciptakan lingkungan yang hangat dan peduli.
Sebagai bagian dari peringatan, pagelaran seni dari warga binaan Rutan dan BNNK Balangan menjadi sorotan utama. Melalui lantunan hadrah, pembacaan puisi, hingga pertunjukan musik, para peserta menyampaikan pesan anti narkoba dengan cara yang menyentuh dan inspiratif.
“Seni adalah bahasa universal. Ia menyentuh hati, membangkitkan kesadaran, dan menjadi jembatan perubahan, khususnya bagi generasi muda,” tambahnya
Acara juga dirangkai dengan penyerahan SK Desa Bersinar 2025, penghargaan P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba), serta pernyataan sikap dan deklarasi anti narkoba.





